Selasa, 12 Mei 2009

Sistem informasi ebisnis

E-Business adalah bisnis dengan segala aktivitasnya yang dilaksanakan di atas infrastruktur teknologi informasi, khususnya Internet. Publik menyebut beberapa perusahaan sebagai "dot com company" karena bisnis mereka tampil di internet sebagai sebuah situs web e-Business.

E-Business akan menjadi model bisnis masa depan yang ideal dengan seluruh keniscayaan perubahan yang menyertainya. Berdasarkan riset SWA (sumber: www.swa.co.id), urgensi e-Business di Indonesia bahkan sudah semestinya diimbangi dengan diciptakannya struktur manajemen baru yang biasanya paling rendah dipimpin oleh Manajer e-Business.

Tingginya minat terhadap e-business pada tahun 90-an didorong oleh kepercayaan bahwa hal tersebut akan membuka kesempatan menjadi sumber pendapatan baru baik bagi bisnis yang sudah berjalan maupun yang baru dimulai. Baik model business-to-consumer (B2C) maupun business-to-business (B2B) yang berkembang sebagai perusahaan traditional dan perusahaan e-commerce baru bergegas memasuki pasar online. Berikut beberapa kategori kesempatan penambahan revenue dari pemanfaatan e-business tersebut :

  • Peningkatan Akses ke Pelanggan
  • Peningkatan Penjualan ke Pelanggan
  • Produk Berbasis Elektronik

Sebuah bisnis, baik itu B2C maupun B2B, dapat meningkatkan pendapatannya dengan jalan menjual produk atau layanannya kepada jumlah pelanggan yang lebih banyak. Bisnis selalu berusaha untuk mencari saluran penjualan yang baru, daerah penjualan yang baru, dan segmen yang baru dalam rangka mendapatkan pelanggan baru. E-business menawarkan cara-car baru yang powerful untuk mencapai tujuan tersebut.

Penjualan online dapat berwujud dalam berbagai macam bentuk. Bentuk yang banyak dijumpai adalah toko online. Pada toko online pelanggan dapat melihat-lihat produk dan layanan yang tersedia, mempelajari lebih banyak mengenai produk dan layanan, mengetahui macam pilihan dan fitur yang ditawarkan, dan pada akhirnya pelanggan mau melakukan order. Bahkan dalam beberapa kasus order tidak dapat dilakukan secara online, ada keuntungan bagi perusahaan telah membekali berbagai informasi kepada pelanggan sebelum mereka hadir ke toko secara fisik untuk melakukan pembelian. Beberapa perusahaan bahkan melakukan kombinasi model “bricks and clicks”. Menurut pengamatan, pembeli masih menginginkan katalog tercetak dan toko di mana mereka bisa melihat-lihat dan menyentuh item-item tertentu dari produk, namun mereka membutuhkan saluran online untuk membutuhkan informasi secara praktis pada saat terdapat banyak pilihan item. Solusi yang optimal dapat mencontoh Wal-Mart yang melakukan penggabungan yang solid antara online sore dengan physical store.

Beberapa perusahaan menggunakan saluran online sebagai ganti etalase toko retailnya. Salah satu contoh yang baik adalah perusahaan elektronik seperti Sony atau Palm. Perusahaan ini secara khusus tidak mempunyai toko retail dan menjual melalui toko-toko retail biasa. Namun mereka juga menawarkan produknya langsung melalui retail sales online. Hal ini memberikan akses kepada konsumen yang enggan datang ke toko retail ataupun yang tinggal di daerah di luar jangkauan toko retail konvensional.

Teknologi memungkinkan cara yang canggih, dengan adanya hubungan elektronik ke pelanggan, perusahaan dapat meraih penjualan tambahan dari basis pelanggan yang sudah ada. Customer Relationship Management (CRM) dan data mining systems memudahkan perusahaan menentukan target pelanggan tidak sekedar dari sekelompok pelanggan yang mempunyai pola konsumsi yang sama namun lebih sempit lagi hingga pola per individu pelanggan. Targeted email, sebagai contoh, jauh lebih efektif dibandingkan broadcast email. Perusahaan semacam Amazon.com melakukan taktik yang bagus sekali dengan menawarkan produk lainnya berdasarkan produk terakhir yang dibeli pelanggan. Dalam dunia B2B, sekali usaha dan biaya dikeluarkan untuk hubungan elektronik perusahaan, kenyamanan dan efisiensi dalam melakukan kerjasama bisnis akan meningkatkan penjualan dan sulit untuk beralih ke pesaing lain.

Sumber utama pendapatan baru yang datang dari produk dan layanan digital:

Digital Content : Internet mempunyai keunggulan yaitu sarana yang tepat untuk pengiriman digital content ke pelanggan. Content tersebut mencakup musik, movie, foto, berita dan informasi, interactive multiplayer game, buku-buku dan majalah, dan masih banyak lainnya yang dapat di-digitalisasi. Pendapatan bisa diperoleh dari metode pay per use atau berlangganan ( contoh The Wall Street Journal, Lexis-Nexis ). Pembayaran untuk layanan download (seperti software) juga merupakan sumber pendapatan yang akan menjanjikan di masa datang. Hiburan yang dapat di-download (seperti CD, DVD dan Video Games) mempunyai potensi signifikan untuk pendapatan kelak setelah isu hak cipta terselesaikan dengan baik.

Digital Services : Bila isu Hak Cipta masih menjadi penghambat digital content, maka layanan digital online telah membuktikan kesuksesannya sebagai sumber pendapatan dari e-business. Sebagai contoh adalah Kodak, seperti yang lainnya, juga menawarkan layanan dimana pelanggan dapat mengirimkan foto digital mereka melalui internet dan dicetak dalam kualitas tinggi serta dikirim kembali ke pelanggan melalui pos. Tentunya dengan harga yang kompetitif dibanding studio lokal. Situs semacam eBay, agen perjalanan Travelocity, Priceline.com dan lainnya hanya mengenakan biaya yang murah dalam setiap transaksinya. Namun dengan besarnya pangsa pasar menjadikan sumber pendapatan yang menggiurkan.

Kesimpulan
E-Buisiness menawarkan banyak variasi saluran baru ataupun pengembangannya dan peluang-peluang lain untuk menumbuhkan pendapatan perusahaan. Perusahaan dapat melakukan eksploitasi aspek global dari World Wide Web utnuk mendapatkan pelanggan baru di lokasi baru semudah mereka melayani pelanggan lokal. Sifat dasar media online sangat cocok untuk pembuatan dan pengiriman produk atau layanan online yang terdapat dalam lingkup e-commerce ( online gaming, music download, dll.). Tantangan dari e-business adalah menciptakan model business online sebagai kebiasaan dan mengubahnya sebagai sumber pendapatan.

"E-Marketing - 50% Psikologis dan 50% Teknologi"

Jangan bermimpi membangun bisnis internet dari nol dan berhasil apabila tidak memaksimalkan kekuatan Internet sebagai sarana pembangun brand dan pembangun kredibilitas dan kepercayaan.

Karena itu urutannya adalah E-MARKETING yg Sukses maka akan menuntun pada E-BISNIS yang sukses.

Agar inisiatif strategi E-MARKETING sukses maka diperlukan MESIN-MESIN EMARKETING (lihat di sini)yang akan membantu promosi internet yang berhasil. Mesin-mesin eMarketing berbeda dengan mesin-mesin E-Bisnis.

Informasi dan uraian ttg Mesin-mesin eMarketing yang terdapat di situs web kami adalah mesin-mesin yang sangat sederhana namun aplikatif dan suatu KEHARUSAN bagi siapapun atau korporat yang ingin memaksimalkan keberadaan situs web korporat mereka di dunia maya.

Sesuatu yang sederhana bukan berarti tidak efektif justru yang KEBENARAN adalah yang sederhana. Orang marketing melihat segala sesuatu harus di sisi yang aplikatif dan sederhana namun BERMANFAAT bagi sisi pelanggan.

Namun orang TI menganggap yang RUMIT dan njelimet adalah yang HEBAT atau COOL! namun belum tentu yang njelimet dan MAHAL bersifat aplikatif bagi calon pelanggan Anda.

Agar inisiatif strategi E-MARKETING sukses maka diperlukan MESIN-MESIN EMARKETING (lihat di sini)yang akan membantu promosi internet yang berhasil.

Bob Julius Onggo adalah Chief editor pada situs webnya, sekaligus sebagai pembicara di berbagai seminar dan forum pemasaran, dan kolomnis tetap di majalah Warta Ekonomi, majalah InfoNet, majalah InfoKomputer dan Bisnis Komputer, serta Majalah Profesi HRD serta pemulis lepas di beberapa tabloid, surat kabar, dan majalah. Beliau juga Pengajar dan dosen di salah satu Universitas Terkemuka di Jakarta (www.bjoconsulting.com)

7 langkah taktis untuk e-Bisnis yang berhasil

Kebanyakan paradigma dari e-bisnis atau e-commerce selama ini dipengaruhi dan dikomandani oleh konsep-konsep dari dunia TI, padahal orang-orang TI bukanlah orang-orang bisnis. Selain itu, fakta bahwa program e-bisnis dari kebanyakan perusahaan menitikberatkan HANYA pada sisi teknologinya saja dan proses bisnis itu sendiri. Namun inisiatif promosi dan pemasaran e-bisnis mereka tidak atau sangat sedikit dilakukan.
Itulah sebabnya mengapa e-Bisnis membuat banyak orang di Indonesia khususnya para investor merasa jera. Mereka menyangka bahwa belum saatnya mereka memasuki dunia e-bisnis, padahal yang salah bukan bisnisnya, namun konsep membangun e-Bisnis yang salah. Padahal satu hal yang PASTI bahwa internet tidak bisa dibendung lagi.Karena itu, sudah saatnya orang-orang bisnis dan pemasaran menjadi komandan dari strategi bisnis di Internet. Dan orang-orang TI sebagai support dari para marketer dan pebisnis.Karena itu, berikut ini, saya ingin memaparkan 7 langkah taktis untuk e-Bisnis yang berhasil

Langkah 1# FOKUS

Kebanyakan orang yang ekspansi bisnis ke Internet, tidak fokus pada produk yang mereka jual. Mereka menjual apa saja dalam satu situs web mereka.Padahal dalam dunia bisnis, sekelompok kategori produk harus dikoordinasi oleh seorang manajer produk, dan bila ada beberapa kategori produk, maka beberapa manajer produk harus membawahi masing-masing kategori produk tersebut.Sedangkan dalam kasus e-bisnis, puluhan atau ratusan produk tidak memiliki manajer produk yang mengawasinya. Dan hanya diserahkan ke orang TI-nya saja.Jadi maksud saya, dalam hal ini adalah bahwa produk-produk yang dijual di Internet juga harus menjadi bagian yang fokus dari masing-masing manajer produk.

Langkah 2# BANNER berupa TEKS

Berdasarkan hasil riset, telah terbukti bahwa tingkat respons dari suatu "klik" lebih BANYAK berasal dari "banner berupa teks" bukan berasal dari "banner berupa gambar". Kebanyakan orang, masih belum tahu dalam hal ini.Konsep "banner berupa gambar" itu hanyalah konsep yang berasal dari orang-orang desainer web untuk mendatangkan nilai seni, bukan mendorong emosi ke sales karena efek dari "sales letter", karena 90% penjualan hasil dari "sales letter" bukan hasil dari "entertainment" seperti melalui "banner gambar."Terus terang saja, bahwa respons yang diperoleh dari "banner berupa teks" JAUH lebih tinggi dari "banner berupa gambar".Karena itu gunakan "banner berupa teks" yang ditaruh di suatu artikel atau kumpulan kalimat walaupun bisa dalam bentuk .jpeg. Namun upayakan agar tidak kentara bahwa itu adalah "banner".

Langkah 3# Ciptakan 2-level Afiliasi

Dalam dunia bisnis offline, sudah hal yang umum mereka memiliki reseller atau supplier maupun dealer yang membantu penjualan produk/bisnis mereka dan kemudian Anda memberikan "margin" atau "komisi" kepada mereka.Nah, dalam dunia online, e-bisnis yang berhasil juga harus menciptakan program distribusi pemasaran seperti ini. Dan ini disebut sebagai Program Affiliate (afiliasi).Dengan teknologi internet, Anda akan mampu membangun 2 tingkat afiliasi, maksudnya distributor penjualan utama dan agen penjualan kedua. Distributor/Dealer Utama mendapatkan komisi lebih besar, misalnya 20% dan supplier yang mengambil barang dari Dealer Utama tersebut mendapat komisi 5 atau 10%.Dalam e-Bisnis, Anda memungkinkan memiliki banyak Dealer Utama dan banyak Dealer/Supplier kedua yang berada di bawahnya.Karena dalam dunia e-Bisnis, konsep afiliasi 2 tingkat adalah yang paling banyak diminati.

Langkah 4# Manfaatkan Kekuatan Email

Email adalah aktivitas pertama yang paling banyak digunakan di Internet, kedua adalah situs pencari. Karena itu manfaatkan kekuatan pemasaran yang dapat dilakukan oleh email.Maksud saya adalah pemasaran melalui email atas dasar persetujuan (permission), bukan spamming. Ingat, kebanyakan penjualan terjadi setelah beberapa kali di follow-up, bukan dari hasil instan karena kunjungan pertama mereka ke situs web Anda

Langkah 5# Menulis Artikel

Ingat kebanyakan penjualan adalah hasil dari proses edukasi atau sosialisasi, jadi jangan berpikir Anda bisa menjual kalau Anda malas menulis untuk mengedukasi bisnis/produk Anda.Jadi kalau e-Bisnis Anda, ingin berhasil, maka tim PR Anda harus mengedukasi calon pembeli melalui tulisan-tulisan yang informatif.

Langkah 6# Lakukan eMarketing

75% dari waktu tim pemasaran Anda harus berpusat pada pemasaran, kombinasikan antara strategi offline dan online.Karena kebanyakan dari kesalahan dalam e-Bisnis adalah mereka terlalu banyak mencurahkan waktu di proses bisnis serta teknologinya, hal ini memang tidak salah dan ini memang harus dilakukan oleh orang TI, namun Tim pemasaran di perusahaan Anda juga harus mengetahui teknik-teknik pemasaran online (eMarketing) bukan saja secara offline.

Langkah 7# Komunikasi Instan

Kebanyakan dari kegagalan dalam e-Bisnis adalah masalah soal kepercayaan dan komunikasi. Kepercayaan dapat ditingkatkan apabila komunikasi antara produsen dan konsumen berlangsung instan, cepat dan tidak tertunda.Anda lihat bahwa banyak orang begitu lama mendapat jawaban email mereka dari pertanyaan yang mereka lontarkan. Anda harus simulasikan kecepatan dalam menjawab email yg memang sudah spesifik seperti layaknya percakapan komunikasi normal, yaitu melalui sistem multiple follow-up autoresponder.


by: Jerry Wijaya Lavista
http://www.bjoconsulting.com

E-commerce dan e-bisnis, Apa Bedanya?

Banyak orang mengasumsikan bahwa e-commerce dan e-bisnis adalah sama. Istilah e-commerce dan e-bisnis mungkin kedengarannya sama tapi secara teknis sebenarnya keduanya berbeda.

Keduanya memang memiliki huruf ‘e’ yang mengindikasikan penggunaan elektronik termasuk internet dan EDI (electronic data interchange) untuk mengembangkan proses bisnis. Secara definisi e-commerce merupakan bagian dari e-bisnis, namun tidak semua e-bisnis berarti e-commerce.

E-commerce lebih sempit jika dibandingkan e-bisnis, di mana e-commerce adalah sub perangkat dari e-bisnis. Di mana e-bisnis sangat luas, menunjuk kepada penggunaan teknologi untuk menjalankan bisnis yang memberikan hasil, memberikan dampak yang besar kepada bisnis secara keseluruhan.

Sementara e-commerce mengacu kepada penggunaan internet untuk belanja online, seperti untuk belanja produk dan jasa. Contohnya terjadi ketika konsumen men-order tiket, buku atau hadiah, produk berwujud maupun tidak berwujud melalui internet. Sampel lainnya ketika sebuah organisasi atau individu membayarkan sejumlah uang via internet.

Istilah e-bisnis meng-cover semua area bisnis. E-bisnis terjadi ketika perusahaan atau individu berkomunikasi dengan para klien atau nasabah melalui email. Pemasaran dilakukan melalui internet, menjual produk atau jasa melalui internet, menggunakan internet untuk riset pasar, menggunakan internet untuk meng-hire orang, menggunakan internet untuk promosi produk dan jasa, dan sebagainya.

Ilustrasi lainnya, order buku di Amazon.com termasuk pada e-commerce dan e-bisnis. Membuat sebuah peta dengan arahan dari rumah ke kantor pos di yahoo.com merupakan e-bisnis tapi tidak melibatkan e-commerce.

Memang terkadang banyak hal membingungkan dari istilah-istilah tersebut. Kebingungannya seperti istilah marketing (pemasaran) dan sales (penjualan). Sales merupakan bagian dari marketing. Marketing termasuk aktivitas lain seperti periklanan, yang bukan merupakan bagian dari sales. (SH)

Sumber: www.wirausaha.com

Ukuran Keberhasilan E-business

E-Business is about 95% business and 5% technology. Secara implisit kalimat singkat tersebut telah menjelaskan esensi dari berkembangnya konsep manajemen baru yang dikenal dengan e-business. Kalimat singkat tersebut pada intinya menegaskan bahwa pertimbangan utama yang harus dipergunakan oleh para praktisi manajemen dalam menentukan apakah akan memanfaatkan tawaran-tawaran menggiurkan yang dijanjikan oleh e-business terletak pada pertimbangan seberapa besar potensi bisnis yang ditawarkan, bukan pada seberapa canggih teknologi yang berkembang.

Jika bisnis bertujuan untuk mencapai apa yang dalam teori disebut sebagai wealth maximization (dan didalam praktek sehari-hari wealth sering diasosiasikan dengan profit atau keuntungan usaha), maka secara jelas e-business harus dapat paling tidak melakukan kedua hal di bawah ini:

  1. Seberapa tinggi potensi penambahan revenue (pendapatan) perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung yang didapat pada saat konsep e-business diimplementasikan; dan
  2. Seberapa tinggi potensi pengurangan cost (biaya) yang dapat dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung yang didapat pada saat konsep e-business diterapkan.

Kedua hal tersebut adalah hal minimum yang harus di-deliver oleh e-business kepada perusahaan agar dapat secara nyata meningkatkan tingkat profitabilitasnya (sesuai dengan rumus sederhana Profit = Revenue – Cost). Dalam kenyataannya, tentu saja tidak semua usaha dapat secara langsung dan terlihat berpengaruh terhadap kedua variabel tersebut di atas, karena banyak dari manfaat atau value dari e-business yang bersifat intangible dan unquantifiable. Dalam bukunya “The Effective Measurements of IT Cost and Benefit Analysis”, Arthur Money dan Remenyi memberikan 16 kriteria yang harus diukur di dalam perusahaan untuk menentukan apakah konsep e-business yang diterapkan lebih baik dibandingkan dengan kondisi pada saat e-business belum diimplementasikan (manajemen bisnis konvensional). Secara ringkas keenam-belas kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kemampuan sistem dalam mengurangi biaya

2. Kemampuan sistem memindahkan biaya

3. Kemampuan sistem menghindarkan biaya

4. Kemampuan sistem menyediakan peluang pertumbuhan pendapatan

5. Kemampuan sistem menyediakan peningkatan informasi manajemen

6. kemampuan sistem meningkatkan produktivitas staf

7. kemampuan sistem menyediakan kapasitas untuk meningkatkan volume

8. kemampuan sistem untuk mengurangi eror

9. kemampuan sistem menyediakan keuntungan kompetitif

10. kemampuan sistem menyetarakan dengan persaingan

11. kemampuan sistem menyediakan peningkatan kontrol manajemen

12. kemampuan sistem meningkatkan produktivitas manajemen

13. kemampuan sistem menyediakan peningkatan moral karyawan

14. kemampuan sistem menyediakan peningkatan image perusahaan

15. kemampuan sistem menyediakan peningkatan layanan nasabah

16. kemampuan sistem meningkatkan hubungan dengan klien.

Jika dilihat secara sungguh-sungguh terlihat bahwa keenambelas hal tersebut adalah mengkaji pengimplementasian konsep e-business dari sisi internal perusahaan, dimana konsumen atau pelanggan tidak secara langsung dilibatkan dalam proses penilaian. Tentu saja jika dilihat dari kecenderungan bisnis yang lebih bersifat market oriented dan/atau customer oriented, ukuran-ukuran baru harus dikembangkan. Contoh kriteria kinerja dari e-business yang dapat dikembangkan untuk mengukur tingkat keberhasilan implementasi diperlihatkan pada sepuluh hal di bawah ini (ukuran keberhasilan dipandang dari perspektif eksternal):

1. Kemampuan sistem mebuat efisiensi biaya

2. Kemampuan sistem meningkatkan layanan pada pelanggan

3. Kemampuan sistem menjangkau pelanggan

4. Kemampuan sistem meningkat kualitas produk dan jasa

5. Kemampuan sistem memuaskan kebutuhan sepesifik pelanggan

6. Kemampuan sistem untuk memberikan layanan cepat pada pelanggan

7. Kemampuan sistem untuk mengurangi komplain pelanggan

8. Kemampuan sistem untuk menyediakan sistem pembayaran efektif.

9. Kemampuan sistem untuk menambah brand awareness pelanggan

10. Kemampuan sistem untuk menciptakan identitas pelanggan (pelanggan selamanya).

Dengan melihat keseluruhan contoh pengukuran kinerja tersebut jelas terlihat konsep teknologi informasi yang relevan untuk penerapan e-business di sebuah perusahaan atau industri tertentu. Jika pemakaian sebuah aplikasi, sistem informasi, software, perangkat keras, network, intranet, dan produk-produk teknologi informasi lainnya secara langsungada maupun tidak langsung memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap ukuran kinerja bisnis seperti yang dijelaskan di atas, maka jelas peranannya akan sangat berarti bagi perkembangan perusahaan. Demikian juga sebaliknya, jika hasil pengimplementasian teknologi informasi di bisnis justru bertentangan dengan konsep peningkatan kinerja yang di atas, tentu saja kehadirannya akan menjadi bumerang bagi keberadaan perusahaan.

*lebih lanjut tentang penulis, kunjungi blog: artikelekoindrajit.blogster.com

Infrastruktur dan Teknologi Pendukung E-Business

Kebutuhan paling dasar yang menentukan bisa tidaknya terselenggaranya e-business adalah komunikasi berbasis Internet. Saat ini pilihan teknologi untuk komunikasi Internet cukup beragam dan seluruh wilayah di Indonesia dipastikan bisa terlayani. Meskipun terjadi disparitas yang cukup besar dalam teledensitas sambungan telpon dikota-kota besar dan daerah pelosok, dalam waktu yang tidak terlalu lama semua daerah-daerah pelosok akan terjangkau oleh sambungan telpon atau akses Internet dengan menggunanakan teknologi fixed wireless dan teknologi satellite.

Saat ini pemerintah Indonesia sedang melakukan tender realisasi USO (Universal Service Obligation) untuk menyediakan layanan komunikasi suara dan data untuk wilayah-wilayah yang terpencil. Diharapkan dengan terlaksananya USO, hampir semua wilayah di Indonesia sudah bisa dijangkau oleh jaringan komunikasi dan membuka terjadinya pertukaran informasi yang makin intensif.

Saat ini persoalan dari infrastruktur komunikasi Internet adalah biaya pemakaian bandwidth. Dibandingkan di luar negeri, di Indonesia tarif bandwidth masih tergolong mahal. Disinilah peran pemerintah diperlukan untuk melakukan intervensi pasar agar harga bandwidth sebanding dengan kemampuan daya beli (purchasing power parity) masyarakat banyak. Bentuk lain dari intervensi pemerintah adalah memberi subsidi kepada kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki potensi untuk berpartisipasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi rakyat dan pada akhirnya ekonomi nasional.

Saat ini sudah bermunculan teknologi komunikasi yang relatif baru yang memiliki kemampuan untuk menjangkau daerah yang luas dengan cepat (fast deployment). Berikut ini adalah beberapa teknologi yang memiliki kemampuan untuk memberikan akses Internet secara luas antara lain :
1. GPRS/CDMA
Dengan teknologi GPRS dan CDMA, user cukup berbekal handphone dan kabel data sudah bisa mengakses Internet dengan kecepatan yang cukup untuk browsing dan mengakses email. Karena sifatnya yang wireless maka jangkauan juga cukup luas. Wilayah-wilayah yang terpencil yang hampir tidak mungkin dijangkau oleh teknologi kabel bisa dijangkau oleh teknologi wireless dengan mudah
2. 3G-4G
Bagi pengguna Internet yang membutuhkan kecepatan tinggi bisa menggunakan 3G - 4G. Teknologi ini memanfaatkan jaringan wireless yang ada sehingga potensi jangkauannya bisa menyamai 3G. Saat ini jangkauan 3G masih terbatas dikota-kota besar.
3. Satellite
Teknologi yang paling luas jangkauannya adalah satellite. Saat ini di Indonesia sudah ada beberapa perusahaan yang menyelenggarakan jasa satellite broadband Internet dengan biaya yang tidak terlalu mahal dengan bandwith yang cukup besar. Keberadaan teknologi ini membuat tidak ada wilayah di Indonesia yang tidak bisa terjangkau. Oleh karena itu sudah tidak ada alasan lagi bahwa infrastruktur komunikasi di Indonesia tidak bisa menjangkau daerah-daerah terpencil. Yang penting adalah bagaimana pemerintah memfasilitas wilayah-wilayah tersebut dengan mendapatkan akses dengan biaya yang terjangkau.

Di bawah ini adalah perbandingan dari segi bandwidth, biaya, dan jangkauan daru berbagai jenis teknologi yang bisa digunakan di Indonesia :

Jenis Dial Up CableTV ADSL GPRS/CDMA 3G Satellite
Coverage terbatas lebih terbatas terbatas Cukup luas agak luas tidak terbatas
Bandwidth terbatas besar Besar terbatas agak besar agak besar
Cost sedang murah sedang sedang sedang sedang

Aplikasi dan ASP (Application Service Provider)
Salah satu komponen dari e-business yang harus dimiliki oleh pelaku e-business adalah aplikasi. Minimal aplikasi yang harus dimiliki antara lain :
1. Website dengan fasilitas untuk menerima order beli (Secure WebStore)
2. Manual cara pembelian dan term & condition dari setiap transaksi
3. Fasilitas pembayaran baik melalui kartu kredit maupun transfer
4. Database customer/klien

Selain ketiga aplikasi di atas ada aplikasi pendukung lain untuk memudahkan pelaku e-business dalam menjalankan kegiatannya antara lain :
1. Aplikasi akunting/ laporan keuangan yang terintegrasi dengan aplikasi webstore
2. Aplikasi inventori dan expedisi untuk pengiriman barang yang terintegrasi dengan webstore
3. Aplikasi CRM untuk meningkatkan pelayanan dan aplikasi untuk berhubungan dengan pemasok

Untuk mengadakan dan menjalankan aplikasi-aplikasi di atas membutuhkan biaya baik untuk pengadaan perangkat keras, pembelian software, dan SDM untuk menjalankan semua aplikasi tersebut. Untuk pelaku-pelaku e-business tingkat UKM, kondisi ini akan memberatkan dan oleh sebab itu peran pemerintah sangat diperlukan untuk memberikan model subsidi yang bisa mendorong pertumbuhan e-business tetapi disisi lain pelaku e-business tingkat UKM suatu saat mampu untuk secara mandiri menanggung biaya investasi dan operasi e-business.

Salah satu model yang biasa dipakai adalah model ASP (application service provider) dimana pihak penyelenggara jasa ASP menyediakan satu paket solusi total mulai dari webstore sampai dengan dengan fasilitas pembayaran sehingga UKM yang akan menyelenggarakan e-business hampir tidak perlu melakukan investasi apapun. Bahkan mereka bisa memiliki website sendiri dengan fasilitas lengkap untuk melakukan e-business.

Dari sisi user, website dari perusahaan A yang menyediakan layanan e-business, nampak sebagai website independen yang bukan merupakan bagian dari website ASP. Sementara disisi ASP, infrastruktur aplikasi yang digunakan menyediakan solusi total yang sangat memudahkan pengguna ASP untuk secara cepat menerapkan layanan e-business. Pengguna e-business atau pembeli bisa memanfaatkan layanan ini dengan mengakses melalui Internet. Di bawah ini adalah gambar bagaimana pembeli mengakses situs pelaku e-business.


Sedangkan gambar di bawah ini adalah arsitektur ASP yang lengkap yang mencakup mulai dari content management, application e-commerce, aplikasi backoffice, CRM, metoda akses melalui browser, PDA ataupun berbasis voice (IVR) dan aplikasi messaging untuk komunikasi dan kolaborasi.


Public Key Infrastructure

Salah satu bagian infrastruktur penting dari e-business adalah Publik Key Infrastructure dimana harus ada satu lembaga independen dan dipercaya (trust agent) sebagai penyelenggara Public Key. Lembaga ini dikenal dengan lembaga Certification Authority (CA). Dengan adanya lembaga ini maka order, kontrak elektronik dijamin keamanannya dan secara teknis hampir tidak mungkin untuk diubah atau dipalsukan. Setiap order atau kontrak yang dikirimkan dengan menggunakan kombinasi private key dan public key maka order atau kontrak yang sudah sampai ke penerima baru bisa dibuka atau diketahui isinya setelah public key diverifikasi oleh lembaga CA. Di bawah ini adalah diagram cara kerja lembaga CA.



Mengingat pentingnya lembaga CA untuk menjamin keamanan transaksi elektronik maka pemerintah Indonesia dalam hal ini diwakili oleh Kementerian Kominfo perlu untuk segera mendorong pengambil keputusan di pemerintah untuk membentuk lembaga ini. Dengan mengingat perannya sebagai fasilitator maka Kominfo berperan untuk menyiapkan program realisasi lembaga CA. Sedangkan dengan perannya sebagai regulator Kominfo perlu menyiapkan peraturan atau tata cara penggunaan lembaga ini agar bisa digunakan secara efektif, aman, dan akurat.

Digital Signature

Digital Signature adalah suatu tanda (sekumpulan data) yang diattach ke pesan/dokumen elektronik untuk mengindentifikasi apakah pesan/ dokumen tersebut mengalami perubahan selama pengiriman. Cara membuat digital signature adalah sbb :
1. Membuat „message digest“ (lihat gambar di bawah) yang merupakan sekumpulan data dalam jumlah yang kecil. Message digest dibuat dengan menggunakan algoritma hash
2. Message digest dienkripsi dengan menggunakan private key pengirim dan menjadi digiital signature
3. Digital signature diattach ke pesan/ dokumen yang akan dikirim
4. Dengan menggunakan public key dari pengirim digital signature diubah menjadi message digest
5. Dengan algoritma hash yang digunakan pengirim message digest dikembalikan menjadi sekumpulan data
6. Membandingkan message digest yang dikirimkan dengan message digest yang dibuka oleh pengirim. Jika sama maka message/dokumen tersebut adalah asli


Tujuan penggunaan dari digital signature yang paling utama adalah menjaga keaslian pesan/ dokumen elektronik yang dikirimkan melalui internet. Jika di Indonesia sudah ada lembaga yang mengelola public key maka transaksi elektronik terutama B2B yang melibatkan dokumen kontrak yang berlembar-lembar bisa dilakukan pertukaran dalam bentuk elektronik yang menggunakan digital signature agar keasliannya bisa dijamin.


Lembaga Pembayar

Lembaga Layanan Pembayaran (e-commerce payment service) menjadi sangat penting agar transaksi jual beli termasuk pembayaran bisa dilakukan secara real-time. Saat ini sudah banyak lembaga pembayar transaksi elektronis yang sudah ada dan sebagian besar memiliki jaringan global. Saat ini sudah ada beberapa lembaga pembayar di Indonesia yang sudah siap untuk memberikan layanan pembayaran elektronis secara real time misalnya PT Arta Jasa. Kendala saat ini adalah masih belum adanya aturan yang jelas bagaimana transaksi elektronis bisa dilakukan secara aman bagi pembeli dan penjual.

Belum adanya lembaya pembayar transaksi elektronis saat ini di Indonesia paling tidak menimbulkan dampak berikut antara lain :
1. Setiap pelaku e-business di Indonesia yang akan menyelenggarakan transaksi online harus menggunakan jasa dari luar negeri yang tentu saja akan menyebabkan penarikan modal ke luar negeri
2. Biaya menjadi mahal dan akan dibebankan kepada pembeli sehingga menyebabkan harga melalui penjualan online akan menjadi lebih tinggi dan opsi pembelian melalui internet menjadi tidak menarik
3. Ketiadaan lembaga pembayar yang ekonomis dan tidak adanya pilihan membuat kondisi perkembangan e-commerce atau e-business di indonesia menjadi sangat lambat

Di bawah ini adalah diagram proses pembayaran elektronis dengan menggunakan kartu kredit


Sedangkan di bawah ini adalah diagram proses dibelakang layar (background processing) yang dilakukan oleh lembaga pembayar dengan pihak-pihak terkait misalnya acquiring bank, isuer kartu kredit dan merchant bank. Proses ini merupakan proses yang kompleks yang sarat teknologi dan aturan internasional sehingga perlu dipikirkan strategi bagaimana bisa mengakusisi proses ini agar sedapat mungkin dilakukan di Indonesia.